Madrasah & Sekolah Mitra USAID Unjuk Keberhasilan

KUNINGAN – Pemerintah kabupaten Kuningan menggelar unjuk keberhasilan pendidikan (showcase) seiring dengan bergulirnya program USAID PRIORITAS yang telah berjalan satu tahun (17/2). Sekolah/madrasah mitra USAID melakukan unjuk praktik yang baik dalam pembelajaran dan manajemen melalui pameran, simulasi pembelajaran, dan bincang-bincang pendidikan (talkshow). Melalui kegiatan showcase ini pemerintah daerah Kuningan, melalui dinas pendidikan dan kantor kementerian agama, memperlihatkan dampak program USAID dalam bidang pembelajaran, manajemen berbasis sekolah, dan tata kelola pendidikan.
USAID PRIORITAS (Prioritizing Reform, Innovation and Opportunities for Reaching Indonesia’s Teachers, Administrators, and Students) adalah program yang dirancang dan didanai oleh USAID untuk meningkatkan akses pendidikan dasar yang berkualitas selama lima tahun. USAID PRIORITAS merupakan bagian dari Kesepakatan No 497-025 antara Pemerintah Amerika Serikat dan Pemerintah Republik Indonesia yang ditandatangani pada tanggal 30 September 2011. Di Kuningan, program USAID PRIORITAS diluncurkan pada awal tahun 2014 yang lalu.
“Kami ingin semua sekolah memiliki mutu yang relatif sama. Setiap sekolah adalah sekolah unggulan sehingga tidak ada sekolah yang terlalu menonjol sebagai sekolah favorit sementara sekolah lain tidak dilirik,” ucap Bupati Utje Khairiyah pada sambutannya. Menurutnya, dalam hal inilah terletak titik-temu antara program USAID dan program pendidikan pemerintahan Kuningan. Bupati juga mengapresiasi kerja keras para fasilitator USAID (Fasda) yang telah menjadi motor penggerak inovasi pendidikan. Bupati percaya, para Fasda dapat mendorong kesamaan mutu sekolah, termasuk di wilayah terpencil.
Erna Irnawati, koordinator USAID PRIORITAS Jawa Barat, mengatakan, “Setelah berjalan satu tahun lebih, program USAID PRIORITAS tentu saja telah menunjukkan dampaknya di Kuningan hingga tingkat sekolah. “Showcase merupakan kesempatan segenap pemangku kepentingan pendidikan Kuningan menunjukkan dampak program melalui simulasi pembelajaran, talkshow, dan pameran praktik yang baik,” ujar Erna.
Erna juga berharap, kegiatan ini dapat menginspirasi para guru, kepala sekolah, pengawas, dan bahkan siswa di kecamatan-kecamatan non mitra di daerah Kuningan. “Pada akhirnya, kita ingin semua sekolah di Kuningan ini memiliki kualitas yang sama baiknya, sehingga semua sekolah menjadi sekolah favorit,” kata Erna mengamini program pendidikan Kuningan sebagaimana dipaparkan oleh Bupati. Itulah sebab, jelas Erna, mengapa program ini juga membidik penataan dan pemerataan guru yang bertujuan untuk pemerataan kualitas sekolah.
Pada sesi simulasi pembelajaran, siswa SDN 1 Cilimus memperagakan proses pembelajaran IPA mengenai pembuatan saringan air. Sementara itu, siswa SMPN 1 Cilimus memperagakan pembentukan sel tubuh secara rinci dalam bahasa Inggris. Siswa mendaulat Bupati untuk menguji-coba hasil karya mereka.
Menyaksikan simulasi pembelajaran, Bupati menyatakan salut kepercayaan diri siswa dan kefasihannya berbahasa Inggris. Ia mengaku semakin yakin bahwa program USAID PRIORITAS berdampak positif bagi kemajuan pendidikan di Kuningan.
Bupati Kuningan_Utje Choeriah berfoto bersama dengan Ketua DPRD Kuningan, Rana Suparman (kedua kiri) dan Kepala Dinas Pendidikan Kab Kuningan, Asep Taufik Rahman (ked
“Selama ini saya melakukan kunjungan secara teratur ke sekolah-sekolah di Kuningan, termasuk sekolah binaan USAID. Saya melihat ada perbedaan signifikan di sekolah mitra USAID dalam hal pembelajaran dan manajemen,” papar Asep Taufik Rohman, kepala Dinas Pendidikan. Taufik juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada USAID dan kepada para pengawas, kepala sekolah, dan guru yang selalu mendukung penuh implementasi program USAID.
Saat mengunjungi stan pameran sekolah mitra, Bupati mendapat penjelasan dari siswa penjaga stan mengenai hasil karya mereka yang terpajang dan proses belajar saat mereka menghasilkan karya tersebut. Saat berinteraksi dengan siswa, ia tampak lebih sebagai seorang ibu yang merasa bangga dengan kemajuan putera-puterinya sekaligus memiliki harapan masa depan yang baik. “Bunda bangga dengan kamu, Nak, dan teruslah belajar untuk kemajuan masyarakat Kuningan ya,” katanya seraya membelai seorang siswa.
Bagi bupati, berbagai jejak keberhasilan sekolah seperti tercermin pada pameran dan simulasi pembelajaran ini merupakan investasi penting. Bupati kembali menyatakan apresiasinya kepada para putera daerah yang menjadi fasilitator daerah (Fasda), atas kerja keras mereka mensukseskan implementasi program USAID PRIORITAS di Kuningan. Para Fasda telah melakukan serangkaian pelatihan guru, kepala sekolah, dan komite, serta melakukan pendampingan intensif di sekolah. Bupati juga mengapresiasi peran serta masyarakat memajukan sekolah, baik dalam bentuk tenaga, pikiran, keahlian, dan bahkan materi.
Saat talkshow yang mengakhiri kegiatan showcase, mengemuka komitmen daerah kabupaten Kuningan untuk menyebarluaskan praktik yang baik ke sekolah non mitra. “Sesuai dengan misi Kuningan untuk memeratakan mutu sekolah, kami berkomitmen menyebarluaskan praktik pendidikan yang baik ini ke sekolah-sekolah lain di wilayah kabupaten Kuningan,” ungkap Asep Taufik.
“Kami berharap, program tidak berhenti sampai di sini, tapi terus dikembangkan agar semua sekolah mendapatkan manfaat program,” harap Halil Arisbaya, ketua Dewan Pendidikan.
“Sekolah saya memang bukan mitra USAID, tapi kami sudah mulai mengarahkan guru-guru untuk menerapkan model pembelajaran aktif seperti apa yang dikembangkan oleh USAID. Ini model pembelajaran dan manajemen yang sangat bagus,” kata Titin Kartini, kepala SD non mitra. Titin mewakili harapan sekolah non mitra terhadap penyebarluasan program.
Opid Ropidi, ketua PGRI, berharap semua guru diberi kesempatan mengikuti pelatihan program USAID. “Guru-guru di sekolah mitra USAID telah mengalami peningkatan profesional. Kami berharap guru-guru di sekolah non mitra juga mendapatkan manfaat program yang bagus ini,” kata Opid. Ia juga berpendapat, meningkatkan mutu pendidikan seharusnya dimulai dari peningkatan mutu guru.
Simulasi Pembelajaran oleh Siswa - Siswi SMPN 1 Cilimus dengan membawakan tema pembentukan sel hewan dalam bahasa Inggris
Rana Suparman, ketua DPRD, pameran ini menunjukkan siswa kreatif dan aktif berdiskusi. “Saya percaya metode belajar ini dapat menghantarkan generasi berkualitas,” ujar Rana. Ia juga yakin para siswa dan guru di sekolah mitra USAID ini datang ke sekolah tidak asal datang. Siswa datang untuk belajar secara aktif dan guru datang bukan sekedar memenuhi kewajiban melaikan siap memfasilitasi pembelajarn yang berkualitas. Ketua DPRD yang juga ketua paguyuban Pasundan Kuningan ini mengapresiasi program USAID karena pendekatan kontekstual tentu melibatkan kearifan lokal dan senibudaya daerah. Dewan siap menyusun anggaran guna mendukung sustainabilitas dan diseminasi program USAID.
Jajang Setiadi, Kasubdit Sosbud Bappeda, mengaku gembira pameran ini menunjukkan kekayaan media pembelajar. Menurutnya, dengan media yang bervaiasi, siswa memiliki peluang lebih maju. Dukungan USAID secara teknis dan dukungan pemerintah terhadap aspek kesejahteraan guru ternyata telah membuat kinerja sekolah yang lebih baik. Bantuan USAID juga dapat melecut komitmen masyarakat Kuningan terhadap pendidikan melalui peran serta masyarakat.
Undang Munawar, kepala kantor Kemenag, mengapresiasi program USAID sebagai sebuah pendekatan terpadu. Ia percaya program ini mendukung perpaduan indah antara pengembangan akademik keilmuan dan akhlak mulia. “Kami terbantu mencetak siswa yang berwawasan dan berakhlak mulia,” katanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s